#OrangBaik, terima kasih sudah menyalurkan sedekahnya untuk kebutuhan beras santri yatim dhuafa.
Ponpes yang berlokasi di parakanbeusi ini aksesnya mengharusnya melewati daerah
bojongmanik yang hanya muat 1 mobil, kondisi jalanan terjal, bebatuan hingga membuat
mobil kami mengalami bocor oli karena mesin terbentur bebatuan. Sudah berjuang kurang
lebih 1,5 jam di jalanan kondisi seperti itu, ternyata akses menuju pesantren ini tidak bisa
dilanjutkan dengan mobil. Perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30
menit melewati kebun, sawah, dan jalan berbatu. Di balik perjalanan yang menantang itu,
terdapat sekitar 30 santri dengan usia rata-rata sekolah dasar yang menimba ilmu setiap
harinya.
Selama ini, kehidupan mereka serba sederhana. Menu makan sehari-hari hanya berupa
ikan asin, tempe, lalapan daun singkong, atau mie. Bahkan, para santri biasanya membawa
beras sendiri dari rumah. jika sedang ada persediaan.
Bantuan beras yang datang kali ini menjadi yang pertama kali mereka terima, jumlahnya
sebanyak 100kg. Karena lokasi pesantren yang cukup terpencil, jarang sekali ada pihak luar
yang bisa menjangkau tempat ini. Kehadiran bantuan beras ini menjadi kebahagiaan
tersendiri bagi para santri. Kini mereka bisa makan dengan tenang tanpa harus membawa
beras dari rumah. Keluarga mereka pun bisa sedikit bernafas lega karena kebutuhan di
rumah jadi lebih ringan.






