
Tak semua perayaan Idul Adha dirayakan dengan penyembelihan hewan qurban. Di kota-kota besar, daging qurban bahkan bisa berlebih sampai bingung harus didistribusikan ke mana. Tapi ceritanya berbeda di pelosok. Ada yang bertahun-tahun melewati Idul Adha hanya dengan gema takbir, tanpa penyembelihan hewan qurban yang bagi mereka masih terasa seperti kemewahan.
Seperti di wilayah pelosok NTT. Sebuah desa di puncak pegunungan dengan akses jalan yang belum mudah dijangkau. Warganya bekerja sebagai petani dan penenun, dengan penghasilan sekitar 500 ribu per bulan. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah harus benar-benar diperhitungkan, sehingga daging bukan sesuatu yang sering mereka nikmati.

Setelah bertahun-tahun tanpa qurban, pada 2024 mereka akhirnya bisa menyembelih satu ekor sapi dari hasil patungan warga. Dagingnya dibagikan untuk seluruh keluarga di desa. “Kebagian hanya sedikit karena kami di sini banyak keluarga, tapi kami senang bisa Idul Adha seperti ini,” begitu cerita salah satu warga.

Namun di tahun 2025, mereka kembali belum bisa melaksanakan qurban. Idul Adha kembali lewat dengan sederhana, ditemani gema takbir seperti tahun-tahun sebelumnya.
Melalui qurban tahun ini, kita bisa ikut menghadirkan kesempatan yang lebih merata untuk saudara-saudara kita di kampung pelosok dan kampung mualaf di Indonesia. Tersedia berbagai pilihan hewan qurban yang sehat, sesuai syariat, dan bisa disesuaikan dengan kemampuan.
Kalau ingin konsultasi atau tanya-tanya seputar qurban, bisa langsung hubungi: 0852-1855-3006
Mohon isi data diri yang lengkap yaa agar bisa diberikan pelayanan hingga pelaporan mengenai qurban yang Orang Baik laksanakan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik