
Di banyak kota, Idul Adha sering hadir dengan limpahan daging qurban. Tapi di pelosok Indonesia, ada saudara-saudara muslim kita yang bertahun-tahun hanya mendengar gema takbir tanpa pernah merasakan daging qurban. Bagi mereka, menikmati daging di hari raya masih menjadi kemewahan yang jarang datang.
Seperti di sebuah desa pelosok NTT yang berada di puncak pegunungan dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Mayoritas warganya bekerja sebagai petani dan penenun dengan penghasilan sekitar 500 ribu rupiah per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja harus benar-benar dihemat, sehingga daging hampir tak pernah hadir di meja makan mereka.

Pada tahun 2024, setelah bertahun-tahun tanpa qurban, warga akhirnya bisa menyembelih satu ekor sapi hasil patungan bersama. Daging dibagikan ke seluruh keluarga di desa, meski setiap rumah hanya menerima sedikit. “Kami senang akhirnya bisa merasakan Iduladha seperti ini,” ujar salah satu warga. Namun tahun berikutnya, mereka kembali belum mampu berqurban. Iduladha kembali berlalu sederhana, tanpa penyembelihan hewan qurban.
Melalui program qurban dan sedekah daging tahun ini, kita bisa membantu menghadirkan kebahagiaan yang lebih merata untuk saudara-saudara di kampung pelosok dan kampung mualaf Indonesia Timur.
Jika belum mampu berqurban sepenuhnya, masih ada kesempatan mengambil bagian lewat sedekah daging. Berapapun yang dititipkan, insyaAllah akan menjadi alasan hadirnya senyum dan harapan bagi mereka yang jarang menikmati daging. Mari bersama kirimkan hangatnya Iduladha hingga ke pelosok negeri.

Kalau ingin konsultasi atau tanya-tanya seputar qurban, bisa langsung hubungi: 0852-1855-3006
Mohon isi data diri yang lengkap yaa agar bisa diberikan pelayanan hingga pelaporan mengenai qurban yang Orang Baik laksanakan.
![]()
Belum ada Fundraiser